Jejas dan Radang

Radang
Ialah reaksi jaringan hidup terhadap semua bentuk jejas
Radang pada suatu jaringan tubuh –> istilah dgn menambah imbuhan “it is” contoh : apendisitis = radang pada apendiks

Peradangan
= Respon terhadap cedera
= Reaksi vaskuler yang hasilnya merupakan pengiriman cairan, zat-zat terlarut, dan sel-sel dari sirkulasi darah ke jaringan-jaringan interstisial pada daerah cedera atau nekrosis.

Infeksi bukan sinonim peradangan
Infeksi adalah salah satu penyebab peradangan

Guna Radang
Memusnahkan, melarutkan, membatasi agen penyebab jejas
Merintis jalan untuk pemulihan jaringan yang rusak pada tempat reaksi

Yang Ikut Berperan Dalam Reaksi Radang
– Pembuluh darah
– Saraf
– Cairan
– Sel-sel tubuh di tempat jejas

3 komponen penting radang :
– Perubahan penampang pembuluh darah –> meningkat aliran darah
– Perubahan struktural pada pembuluh darah mikro –> protein dan leukosit meninggalkan sirkulasi darah
– Agregasi leukosit di lokasi jejas

Jaringan Terlibat Dalam Radang :
– Cairan & Protein Plasma
– Sel-sel Sirkulasi(netrofil, Monosit, Eosinofil, Limfosit, Basofil, Platelet)
– Pembuluh Darah
– Konstituens Ekstra & Intra Jaringan Penunjang (Mast Sel, Fibroblast, Makrofag Jaringan, Limfosit).
  Matrix Ekstraseluler (Protein Fibrosa (Kolagen, Elastin), Adesif Glikoprotein (Fibronectin, Laminin, Nonfibrilar Collagen, Tenascin, Proteoglikan

Berbagai Stimuli inflamasi akut
1. Infeksi
2. Trauma
3. Agen fisik / kimia
4. Nekrosis jaringan
5. Benda asing
6. Reaksi imun

Perubahan pembuluh darah dalam reaksi radang
Perubahan aliran darah –> melambat karena pelebaran p. Darah
Perubahan permeabilitas kapiler.

Anatomi Kapiler Normal :
Vaskulatur mikro (kapiler) terdiri atas saluran-saluran berkesinambungan berlapis endotel yang bercabang-cabang dan beranastamosis.
Lapisan endotel terdiri atas sel selaput basalis  yang berjenis “kesinambungan” yaitu lapisan sitoplasma yang tidak terputus – putus dan hubungan rapat menutup pertemuan antar sel

Aliran Cairan Normal :
Pada ujung arteriol tekanan hidrostatik tinggi mendesak  cairan keluar ke dalam ruang interstisial dengan cara ultrafiltrasi. Mengakibatkan tekanan osmotik koloid meningkat dalam kapiler, sehingga menarik kembali cairan dari interstisiel pada pangkal kapiler venula.

Sisa cairan yang ada dalam cairan interstisiel mengalir melalui saluran limfatik

Eksudasi
Ialah peningkatan permeabilitas vaskuler disertai keluarnya protein plasma dan sel-sel darah putih ke dalam jaringan.

Eksudat
– Ialah cairan radang ekstravaskuler dengan berat jenis tinggi (di atas 1.020)
– Mengandung protein 2-4 mg% dan leukosit
– Terjadi akibat  peningkatan permeabilitas vaskuler dan tekanan hidrostatik kapiler

Transudat
– Ialah cairan dalam ruang interstisial yang terjadi hanya sebagai akibat tekanan hidrostatik intravaskular yang meningkat
– BJ (berat jenis) cairan umumnya < 1.012
– Kandungan protein rendah

Tanda pokok peradangan :

1. Rubor (kemerahan)
– Akibat pelebaran arteriol
– Sering disebut hipereme atau kongesti –> warna merah lokal
– Diatur oleh tubuh secara nurogenik maupun kimia melalui pengeluaran zat seperti histamin

2. Kalor
– Terjadi karena darah yang mensuplai ke daerah radang lebih banyak

3. Dolor (rasa sakit)
Karena berbagai sebab diantaranya :
    * perubahan ph lokal
    * Pengeluaran zat tertentu seperti histamin yang merangsang saraf
    * Pembengkakan daerah setempat

4. Tumor (pembengkakan)
Timbul karena pengiriman cairan dan sel-sel dari sirkulasi darah ke jaringan interstisial.
Campuran dari cairan dan sel yang tertimbun disebut dengan eksudat.
Sebagian besar eksudat adalah cair, misal lepuhan. Lalu leukosit tertimbun sebagai bagian eksudat.

5. Fungsio laesa (perubahan fungsi)
– Daerah yang meradang berfungsi secara abnormal.

Akibat Peradangan Pada Sistem Limfatik :
Ada penembusan lambat cairan interstisiel ke dalam saluran limfe jaringan
Limfangitis = pembuluh limfe terkena radang
Limfadenitis = jika kelenjar limfe yang terkena radang
Limfadenopati = istilah yang umum yang menggambarkan ada kelainan kelenjar limfe

Akibat Peradangan
Marginasi = karena banyak cairan plasma keluar kapiler -> viskositas darah naik -> aliran darah di kapiler menurun -> leukosit berjalan lambat, menembus endotel kapiler, membentuk marginasi untuk menghambat kuman / agen radang

Kemotaksis = leukosit bergerak pada interstisial jaringan yang meradang akibat sinyal kimia.
    Zat-zat yang menarik leukosit = kuman, jaringan rusak, zat-zat protein plasma yang diaktifkan karena plasma yang bocor.

Peran Leukosit Pada Radang Akut:
– Marginasi Dan Susunan Berlapis
– Emigrasi
– Kemotaksis
– Fagositosis

Marginasi
Akibat bendungan sirkulasi mikro, eritrosit bergerak  di tengah lumen kapiler, leukosit pindah ke bagian tepi melapisi permukaan endotel. (melakukan marginasi dan susuna berlapis).  kemungkinan penyebabnya adalah adanya faktor-faktor yang terbentuk akibat radang.

Emigrasi
– ialah proses perpindahan leukosit yang bergerak ke luar pembuluh darah. paling aktif adalah neutrofil dan monosit, paling lamban ialah limfosit.
– monosit disebut dengan makrofag atau histiosit.
– kadang eritrosit mengikuti keluar limfosit akibat tekanan hidrostatik, disebut dengan diapedesis.
– mula-mula neutrofil lalu diikuti monosit keluar pembuluh darah
– pada infeksi virus dan reaksi imune terutama ditandai dengan banyak limfosit.

Kemotaksis
Yaitu migrasi leukosit ke arah utama lokasi jejas.
Sebagai akibat pengaruh-pengaruh kimia yang berdifusi.

Faktor kemotaksis neutrofil :
    – C5a (komponen sistem komplemen)
    – Leukotrin B4 (hasil metabolisme asam arakidonat
    – Produk-produk kuman.

Faktor-faktor Kemotaksis Monosit Dan Makrofag :
    – C5a
    – Leukotrin B4
    – Faktor-faktor Bakteri
    – Fraksi-fraksi Neutrofil
    – Limfokin (Produk Reaksi Antigen-antibodi)
    – Frakmen-frakmen Fibronektin

Fagositosis
Tahap Fagositosis :
    1. Perlekatan Partikel Pada Permukaan Fagosit
    2. Pelahapan
    3. Pemusnahan Dan Penghancuran Jasad Renik Atau Partikel Yang Dimakan.

Latihan III :
1. Jelaskan kegunaan radang untuk tubuh kita.
2. Jelaskan 3 komponen penting radang.
3. Jelaskan beberapa stimuli yang dapat menyebabkan reaksi radang.
4. Jelaskan tanda-tanda respon radang
5. Apa beda emigrasi, marginasi, kemotaksis, dan fagositosis dari leukosit.
6. Apa beda eksudat dan transudat?
7. Jelaskan perbedaan aliran darah pada kapiler normal dengan aliran darah pada kapiler yang terkena radang.

This entry was posted in Patofisiologi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s