Membuat Tujuan Keperawatan yang SMART

Hari ini, saya postingkan bagaimana kita membuat tujuan keperawatan yang SMART.
Ada yang tahu, apa itu SMART. Suatu konsep yang sudah mendunia dimana merupakan singkatan dari :
S  = Spesific
M = Measurable
A  = Attainable
R  = Realistic
T  = Timely

Nah bagaimana kita menerapkannya? 

Tujuan keperawatan biasanya ditulis dengan Tujuan dan ditambah Kriteria Hasil.

Tujuan dimulai dengan “Pasien” atau “Bagian dari Pasien” sebagai subyek diikuti dengan predikatnya apa.
Misal :       Pasien                                Pasien akan terpenuhi kebutuhan mobilitas tubuhnya.
                 Bagian dari pasien              Status nutrisi pasien adequat.

Kemudian kita menetapkan kriteria hasil dengan prinsip-prinsip SMART sbb :
S = Spesific –> artinya tiap kriteria berisi tujuan yang spesifik (jangan mendua / samar / ambiguous)
                Contoh tidak spesific = pasien dapat melakukan mobilisasi diri secara mandiri.
                Contoh spesific         = pasien dapat berjalan ke kamar mandi tanpa bantuan
M = Measurable —> dapat terukur —> artinya diangkakan misal “ada” artinya =1,  “tidak ada” artinya = 0. jadi jika pasien telah melakukan berjalan ke kamar mandi tanpa bantuan maka artinya teukur dengan angka 1.

A = Attainable  —. artinya kita tahu “cara mencapainya”. Bagaimana supaya pasien dapat berjalan mandiri tanpa bantuan? kita tahu cara mencapainya dengan dilatih berjalan.

R = Realistic —> rasional / masuk akal. Jangan membuat kriteria yang tidak masuk akal. Misal pasien baru saja operasi ORIF sudah kita buat tujuan dapat berjalan sendiri tanpa bantuan….ya itu tidak masuk akal kecuali kita tetapkan waktunya —> Timely.

Timely = ada waktu yang ditetapkan.
Misal pasien setelah dioperasi fraktur cruris dengan ORIF : kita membuat tujuan sbb :
Tujuan  : Pasien terpenuhi kebutuhan mobilitas tubuhnya.
Kriteria Hasil : 1. Dalam waktu 3 hari pasien dapat duduk tanpa bantuan di samping tempat tidur.
                       2. Dalam waktu 5 hari pasien dapat berjalan sendiri dengan kruk tanpa bantuan.

Nah, dengan tujuan yang bertahap tersebut, kita dapat membuat program bagaimana tahap-tahap rencana untuk mencapai tujuan tersebut.

MASALAH KOLABORATIF.
Tujuan di atas dipakai untuk Masalah Keperawatan. Bagaimana untuk Masalah Kolaboratif?
Perawat tidak dapat membuat tujuan sendiri untuk Masalah Kolaboratif karena harus konsultasi dengan tim kesehatan lain.
Oleh sebab itu, Carpenito mengusulkan tujuan untuk Masalah Kolaboratif diawali dengan “Perawat”, bukan “Pasien”.
Misal : Masalah Kolaboratif : Potensial Komplikasi Perdarahan.

Tujuan : Perawat akan memantau awitan gejala perdarahan (bila belum terjadi) dengan ketentuan dokter dan ketentuan perawat.

Bila perdarahan sudah terjadi : Perawat akan mengelola episoda perdarahan dengan ketentuan dokter dan ketentuan perawat.

Bagaimana kriteria hasilnya? Cek lagi dengan SMART.

Selamat Mencoba. GBU.

This entry was posted in Dokumentasi Keperawatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s