Manajemen Risiko

Apa itu Risiko ??? khususnya dalam Dokumentasi Keperawatan.
Risiko di sini adalah situasi yang dapat membawa kita kepada litigasi (tuntugan hukum / pengadilan) hati-hati ya terhadap masalah d bawah ini :

  1. Kesalahan pengobatan, atau terapi
  2. Gagal berlanjut untuk memulai terapi karena pengkajian yang tidak akurat
  3. Mengakhiri tindakan tanpa perhatian dari pasien misal : DNR
  4. Penelitian tanpa author kepada milik pasien
  5. Penolakan terhadap harapan pasien sehubungan dengan peraturan
  6. Pelanggaran terhadap privasi klien, pengungkapan informasi rahasia
  7. Gagal secara adequat memonitor / supervisi pasien
  8. Salah mengidentifikasi pasien
  9. Pemberianinformasi yang tidak adequat terhadap informed concent
  10. Pemberian informasi yang tidak konsisten dari sumber yang berbeda

Jadi bagaimana? Waspadalah terhadap Kerahasiaan Data Pasien

Perawat wajib menjaga kerahasiaan informasi dan confidential data pasien, menghindari percakapan-percakapan di tempat yang mungkin didengar oleh orang lain.
Informasi meliputi : Nama pasien, Alamat, Nomor Telephone, Tanggal Masuk, Tanggal Keluar
CONFIDENTIAL (RAHASIA) DATA MELIPUTI :
Data klinik yang didapatkan dari hasil : pemeriksaan, terapi, observasi, dan percakapan. Contoh : diagnosis, hasil test, hasil konsultasi
Semua informasi tentang pasien dengan gangguan perkembangan, sakit mental, penyalahgunaan alkohol dan narkoba.
Jangan sampai Medical Record kita dibaca oleh orang lain ya walaupun itu keluarga pasien. Hanya Polisi yang untuk kebutuhan pengadilan saja yang boleh menyidik . Waspadalah.
Catatlah semua kejadian dengan Obyektif ….. bukan PENYIMPULAN.
OBJECTIFITAS SAAT MENCATAT :
  1. Apa yang terlihat (posisi, warna, deformitas, dsb)
  2. Apa yang didengar (rales, komplain , moaning, dsb)
  3. Apa yang dibau (drainase, napas aceton)
  4. Apa yang dirasa (ekstremitas dingin, pergerakan sisi fraktur, krepitasi, dsb)
  5. Apa yang dilakukan ( traksi servical, dsb)
  6. Apa respon pasien terhadap tindakan (membuat tambah nyeri atau mengatasi)
  7. Apa yang dilakukan utk melindungi pasien ( siderails diangkat dan dikunci
  8. Apa yang dilakukan utk melindungi properti pasien (gigi palsu, kontak lens, perhiasan, dll dimana disimpan)

Ada risiko masalah lagi yaitu terhadap ” Instruksi Via Telephone”
Dokter sering kali memberi instruksi lewat telephone. Berikut ini pedoman yang mungkin dapat digunakan

Mencatat Pesan Verbal per Telephone
1. Sesuai dengan kebijakan instansi
2. Jaga absolute minimum
3. Gunakan utamanya untuk emergency / situasiurgent
4. Dimengerti penuh oleh perawat dan diulangi oleh perawat untuk meyakinkan akurasi
5. Didokumentasikan pada lembar pesan-pesan dokter
6. diberi label “pesan verbal” bersama dengannama dokter, tanda tangan si penerima pesan
7. Ditandatangani dokter dalam 24 jam
8. Sebaiknya tidak termasuk pesan DNR (Do Not Ressucitation)
Telephone order sebaiknya :
1. Digunakan untuk kesehatan klien, tidak semata untuk keuntungan
2. Diidentifikasi sebagai “pesan verbal” bersama dengan nama dokter, tanda tangan si penerima pesan

3. Diberikan langsung oleh dokter kepada perawat, bukan kepada pihak ketiga.
Moga bermanfaat ya. GBU

This entry was posted in Dokumentasi Keperawatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s